Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Penerapan Algoritma RC6 Untuk Ekripsi SMS Telepon Seluler



Penerapan Algoritma RC6 Untuk Ekripsi
SMS Telepon Seluler
Jamaluddin
Program studi Teknik Informatik, Universitas Malikussaleh
Email : addinmc@gmail.com

SMS merupakan suatu layanan yang diberikan oleh telepon selular kepada penggunanya untuk melakukan komunikasi melalui pengiriman pesan singkat dengan biaya yang murah. SMS sangatlah populer, selain dikarenakan biayanya yang murah, pesan yang dikirimkan dapat diterima oleh penerima dengan baik dan cepat. Namun komunikasi melalui media SMS ini bukanlah komunikasi point-to-point, pesan yang dikirimkan melalui media SMS tidak langsung sampai pada tujuan, melainkan melalui jaringan SMS. Pada jaringan SMS tersebut, keamanan pesan sangatlah terancam untuk dibaca oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Perangkat lunak yang dibangun meningkatkan keamanan pesan dengan melakukan enkripsi terhadap pesan yang dikirimkan. Perangkat lunak yang dibangun menggunakan algoritma RC6 untuk melakukan enkripsi SMS agar keamanan pesan dapat ditingkatkan. Algoritma RC6 adalah suatu algoritma kunci privat yang dikenal dengan kesederhanaannya. Algoritma RC6 merupakan algoritma dengan parameter yang dapat bekerja pada panjang kunci yang beragam. Untuk aspek keamanannya, algoritma RC6 mengutamakan prinsip intered cripher.
cipher.

.


Kata Kunci: SMS, RC6, iterated cipher, enkripsi, dekrip.



1. PENDAHULUAN
Telepon selular merupakan alat komunikasi yang sudah dipakai oleh sebagian besar orang di dunia. Telepon selular menyediakan media komunikasi yang beragam dan salah satu diantaranya adalah media SMS (Short Message Service). SMS merupakan suatu layanan yang memungkinkan pengguna telepon selular untuk mengirimkan pesan singkat kepada pengguna telepon selular lainnya dengan cepat dan dengan biaya yang kecil. SMS bekerja pada sistem nirkabel. Sistem nirkabel yang paling populer di dunia adalah GSM (Global System for Mobile Communication). Komponen yang digunakan oleh GSM dalam melakukan komunikasi SMS diantaranya:
a.  Mobile Station merupakan perangkat mobile yang dapat melakukan pengiriman SMS.
b.  ESME (External Short Messaging Entities) merupakan suatu perangkat yang dapat mengirimkan dan menerima SMS, pada umumnya menggunakan jaringan Internet.
c.  BS (Base Station) menjadi antar muka antar jaringan komunikasi nirkabel dengan mobile station.
d.  MSC (Mobile Service Switching Center) merupakan komponen utama pada pengontrolan pertukaran informasi informasi yang terjadi pada jaringan selular.
e.  Register-register yang diantaranya adalah HLR (Home Location Register) dan VLR (Visitor Location Register).
f.  SMSC (Short Message Service Center) merupakan tempat di mana SMS disimpan sebelum dikirimkan ke tujuan.

Untuk lebih jelas mengenai jaringan SMS dapat dilihat pada Gambar 1 yang di mana interaksi antara mobile station dan jaringan tersebut adalah melalui BS.

Gambar 1 Jaringan SMS [ENC05]

Celah keamanan terbesar pada komunikasi SMS adalah pesan yang dikirimkan akan disimpan pada SMSC, sehingga apabila terjadi serangan pada SMSC, maka pesan yang terkirim dapat terbaca. Salah satu cara menaggulangi celah tersebut adalah dengan melakukan enkripsi terhadap pesan yang dikirimkan. Dengan semakin majunya teknologi telepon selular, implementasi suatu algoritma enkripsi menjadi mungkin. Algoritma RC6 yang dirancang oleh Ronald L. Rivest, M.J.B. Robshaw, R. Sidney, dan Y.L. Yin merupakan salah satu algoritma yang menjadi finalis kandidat untuk menjadi AES. Walaupun pada akhirnya algoritma ini tidak menang dalam kompetisi tersebut, namun algoritma ini cukup diakui kesederhanaannya sehingga menjadi mungkin diimplementasikan untuk enkripsi SMS pada telepon selular.




2. LANDASAN TEORI

2.1. Struktur Pesan SMS
Struktur pesan pada sebuah paket SMS dapat dilihatpada Gambar II-1 yang diadopsi dari [CLE03].



gambar 2.1 Struktur Pesan SMS

Pada Gambar II-1 dapat terlihat bahwa pada sebuah paket pesan SMS terdiri dari header dan body. Header pesan terdiri dari instruksi-instruksi kepada komponen-komponen yang bekerja dalam jaringan SMS. Pada instruksi-instruksi tersebut, terdapat informasi yang diperlukan selama pengiriman pesan seperti informasi validitas pesan, dan informasi informasi lainnya. Pada bagian message body, terdapat isi dari pengirim pesan yang akan dikirimkan. Panjang isi pesan pada sebuah paket SMS berukuran maksimal 160 karakter, dimana setiap karakter memiliki panjang 7 bit. Beberapa aplikasi standar telepon selular dapat mendukung panjang pesan dengan karakter sepanjang 8 bit (panjang pesan maksimum 140 karakter) dan karakter yang lebih panjang lainnya seperti 16 bit, namun karakter sepanjang 8 bit dan 16 bit ini tidak didukung oleh semua aplikasi standar telepon selular. Pada umumnya karakter sepanjang 8 bit dan 7 bit digunakan untuk menampilkan data seperti gambar dan simbol[PET07].

2.2 Algoritma RC6[RIV98]
Algoritma RC6 adalah suatu algoritma kriptografi block cipher yang dirancang oleh Ronald L. Rivest, Matt J.B. Robshaw, Ray Sidney, dan Yuqin Lisa Yin dari RSA Laboratories. Algoritma ini pada mulanya dirancang untuk menjadi AES (Advance Encryption Standard). Algoritma RC6 ini berhasil menjadi finalis dan menjadi kandidat kuat untuk menjadi AES walaupun pada akhirnya algoritma ini tidak terpilih menjadi AES melainkan algoritma rinjdael. Versi 1.1 dari RC6 mulai dipublikasikan pada tahun 1998. Dasar desain dari algoritma RC6 ini didasarkan pada pendahulunya yaitu algoritma RC5. Algoritma RC6 merupakan algoritma dengan parameter penuh, algoritma RC6 dispesifikasikan dengan notasi RC6-w/r/b. Dimana w adalah ukuran dari word dalam bit, karena pada RC6 menggunakan 4 buah register maka word adalah ukuran blok dibagi 4. r adalah jumlah iterasi, dimana r tidak boleh negatif. Dan b adalah panjang kunci dalam bytes. Pembentukan kunci internal yang akan digunakan pada proses enkripsi dan dekripsi dari algoritma RC6 menggunakan pembentukan kunci internal dari algoritma RC6. Proses untuk membangun kunci-kunci internal menggunakan dua buah konstanta yang disebut dengan “magic constant”. Dua buah magic constant Pw dan Qw tersebut didefinisikan sebagai berikut:

Pw=Odd((e-2)2w)………………(2.1)
Qw=Odd((Ø­1)2w)………………(2.2)
Dimana :

e = 2.7182818284859…(basis dari logaritma natural)
Ø­= 1.618022988749…(golden ratio)
Odd (x) adalah integer ganjil terdekat dari x, jika x genap maka diambil integer ganjil setelah x.
Berikut adalah daftar magic constant pada beberapa panjang blok dalam heksadesimal:

P16 = b7e1
Q16 = 9e37
P32 = b7e15163
Q32 = 9e3779b9
P64 = b7e151628aed2a6b
Q64 = 9e3779b97f4a7c15

Dengan menggunakan dua buah magic constant tersebut, pembangunan kunci terdiri dari tiga tahap :
1.        Konversi kunci rahasia dari bytes ke words

if c=0 then
cß1
endif

for  I ßb-1 downto 0 do
L[i/u]  ß  (L[i/u]<<<8) +
K[i]
Endfor

Dimana c = pembulatan keatas(b/u) dan u = w/8

2.        Inisialisasi array S

S[0] ß Pw
for i ß 0 to 2r+3 do
S[i] ß S[i-1]+ Qw
Endfor

3.        Mencampurkan L dan S

iß0
jß0
Aß0
Bß0
Vß3*max(c,2r+4)
for indexß1 to v do
S[i] ß (S[i]+A+B) <<< 3
AßS[i]
L[j] ß (L[j]+A+B) <<< (A+B)
BßL[j]
iß (i+1)mod(2r+4)
jß (j+1)mod c
endfor

Algoritma RC6 bekerja dengan empat buah register A,B,C,D yang masing-masing berukuran w-bit, register-register tersebut akan diisi oleh plainteks yang kemudian akan digunakan selama proses enkripsi dan setelah proses enkripsi berakhir isi dari registerregister tersebut merupakan cipherteks. Proses enkripsi dan dekripsi algoritma RC6 menggunakan enam buah operasi dasar:

a+b = penjumlahan integer modulo 2w
a - b=pengurangan integer modulo 2w
aÅb=operasi bitwise exclusive-or sebesar w-bit words
a*b = perkalian integer modulo 2w
a<<<b=rotasi sejumlah w-bit word ke kiri sebanyak jumlah yang diberikan oleh least sifnificant lg w bit dari b
a>>>b=rotasi sejumlah w-bit word ke kanan sebanyak jumlah yang diberikan oleh least sifnificant lg w bit dari b
Dimana lg w adalah logaritma basis dua dari w.

Proses enkripsi algoritma RC6 adalah sebagai berikut:

Prosedure Enkripsi
(Input :Plainteks dalam A,B,C,D
r : integer (jumlah rotasi)
S[0..2r+3] : kunci internal
Output :Cipherteks dalam A,B,C,D)

Kamus
u : integer
t : integer

Algoritma
B ßB + S[0]
D ßD + S[1]

for i ß 1 to r do
t ß(B * (2B + 1))<<<lg w
u ß(D * (2D + 1))<<<lg w
A ß((A Åt)<<<u) + S[2i]
C ß((C Åu)<<<t) + S[2i+ 1]
(A,B,C,D) ß(B,C,D,A)

endfor
A ß A + S[2r + 2]
C ß C + S[2r + 3]

Atau dapat dilihat pada Gambar 2 dengan f(x)=x*(2x+1).



Proses dekripsi dari algoritma RC6 adalah sebagaiberikut:

Prosedure Dekripsi
(Input :Cipherteks dalam A,B,C,D
r : integer (jumlah rotasi)
S[0..2r+3] : kunci internal
Output :Plainteks dalam A,B,C,D)

Kamus
u : integer
t : integer

Algoritma
C ßC - S[2r + 3]
A ßA - S[2r + 2]

for i ß r downto 1 do
(A,B,C,D) ß(D,A,B,C)
u ß(D * (2D + 1))<<<lg w
t ß (B * (2B + 1))<<<lg w
C ß((C - S[2i+ 1])>>>t) ß u
A ß((A - S[2i])>>>u) ß t

endfor
D ß D - S[1]
B ß B - S[0]

Atau dapat dilihat pada Gambar 3 dengan f(x)=x*(2x+1).



Gambar 3 Proses Dekripsi RC6

3.        PENERAPAM

3.1. Penerapan Algoritma RC6
Salah mode penerapan Algoritma RC6 untuk enkripsi Pesan  adalah mode ECB, mode ini adalah mode yang paling sederhana dan sering digunakan. Dalam block cipher dibutuhkan metode pemrosesan blok dan mode ECB yang memproses setiap blok secara independen akan memerlukan jumlah memori yang sedikit dan waktu pemrosesan yang singkat. Karakter yang dapat digunakan pada SMS beragam, sebuah karakter dapat memiliki panjang 7 bit, 8 bit atau 16 bit, sebuah pesan tidak dapat memiliki karakter dengan panjang yang beragam, hal ini harus diperhatikan dalam melakukan perancangan algoritma enkripsi. Jika panjang karakter yang digunakan menggunakan panjang 7 bit, maka akan menimbulkan masalah karena pada algoritma RC6 terdapat “lg w” dimana merupakan logaritma basis dua dengan w adalah panjang word, jika yang digunakan kerakter dengan panjang 7 bit, maka panjang word akan menjadi kelipatan 7 sehingga tidak akan ditemukan bilangan bulat dari “lg w”. Atas dasar pertimbangan tersebut

3.2  Penerapan Enkripsi SMS
Hal yang harus di perhatikan dalam penerapan ini tersebut adalah aplikasi SMS standar tiap jenis telepon selular tidaklah sama, panjang sebuah karakter dapat beragam dan kemampuan untuk melakukan konkatinasi tidak dimiliki oleh semua jenis teleponselular dan juga tidak semua aplikasi pengiriman SMS mengirimkan pesan dalam bentuk binary. Penerimaan pesan akan melalui nomor port tersebut dan pengiriman pesan akan selalu ditujukan pada nomor port tersebut. nomor port ini akan menyebabkan panjang pesan berkurang karena informasi nomor port tersebut akan dikirimkan. Pemakaian nomor port ini juga akan menyebabkan aplikasi dapat berdiri sendiri namun tidak akan dapat menerima pesan jika diimplementasikan pada telepon selular yang menggunakan kartu SIM berjenis CDMA. Nomor port tersebut dibawa pada UDH (User Data Header) pada paket data SMS, yang dimana UDH tersebut tidak terdapat pada paket data SMS pada CDMA. jika sebuah pesan telah terenkripsi, maka, dalam pengiriman pesan, pesan yang dikirim berupa pesan binary yang terdiri dari byte-byte hasil enkripsi.


1.        KESIMPULAN

Dari keseluruhan isi jurnal ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.        Penerapan algoritma kunci privat untuk enkripsi SMS pada telepon selular dapat meningkatkan keamanan. Pesan yang terenkripsi tidak akan dapat dibaca jika tidak didekripsi dengan menggunakan kunci yang benar, sehingga orang yang tidak mengetahui kunci yang sebenenarnya tidak dapat membaca pesan yang dikirimkan.
2.        Algoritma RC6 dapat diterapkan  dengan baik untuk melakukan enkripsi SMS yang bekerja pada jaringan GSM dengan mengirimkan pesan yang berbentuk binary.
3.        Kekurangan dari implementasi algoritma RC6 untuk enkripsi SMS adalah pesan yang dikirimkan menjadi lebih besar karena harus bekerja pada 8 bit dan dibutuhkan paddinguntuk memenuhi panjang blok.
4.        Semakin besar jumlah rotasi pada algoritma RC6, maka tingkat keamanan akan semakin baik, namun waktu yang diperlukan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi akan semakin besar.

5. SARAN
1.  Agar pesan terenkripsi yang dikirimkan memiliki panjang pesan yang sama dengan plainteks yang ditulis oleh pengirim, sebaiknya diterapkan sebuah algoritma kompresi untuk melakukan kompresi pesan.
2.  Algoritma enkripsi yang diterapkan sebaiknya dapat menangani panjang karakter yang memiliki panjang 7 bit untuk melakukan enkripsi SMS. Pada dasarnya panjang karakter pada SMS adalah 7 bit oleh karena itu agar SMS yang dikirimkan tidak mengalami penambahan panjang sebaiknya digunakan suatu algoritma enkripsi yang mampu menangani karakter sepanjang 7 bit.


DAFTAR PUSTAKA
Halim. Abdul, (2007) Penerapan Kriptografi dan Asimetri untuk mengamankan multimedia messaging service (MMS) http://www.digilib.itb.ac.id

Yudi Haribowo, Pengamanan Situs dengan Enkripsi Head dan Body HTML Menggunakan Algoritma RC4,

Kautzar Mohammad Gilang, Implementasi sistem enkripsi pengirim pesan instan java dengan algoritma, RC4 http:// www.if.itb.ac.id

Jati Sasongko,(2005), Pengamanan Data Informasi menggunakan Kriptografi Klasik, http://www.unisbank.ac.id





Minggu, 02 Desember 2012

makalah kecakapan antar pribadi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antar manusia berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang mempengaruhinya.
Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antar guru dengan muridnya. Orang tua dengan anaknya, pimpinan dengan bawahannya, antara sesama karyawan dan lain sebagainya. Melakukan komunikasi merupakan bagian terpenting dari semua aktivitas, agar timbul pengertian dalam menyelesaikan tugas masing-masing.
Pada dasarnya komunikasi tidak hanya berupa memberitahukan dan mendengarkan saja. Komunikasi harus mengandung pembagian ide, pikiran, fakta atau pendapat. Adapun komunikasi terdiri dari enam jenis, dan salah satunya adalah komunikasi antar pribadi.
Agar komunikasi antar pribadi itu dapat berlangsung dengan baik, terlebih dahulu kita harus memahami beberapa hal tentang komunikasi antar pribadi, seperti pengertian, karakteristik, tujuan, dan lain sebagainya.
1.2  Rumusan Masalah
1. Apakah komunikasi antar pribadi itu ?
2. Apa saja karakteristik komunikasi antar pribadi ?
3. Apa tujuan dari komunikasi antar pribadi ?
4. Apa saja factor yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi ?
1.3 Tujuan penulisan
            Makalah ini kami buat dengan tujuan untuk medefinisikan berbagai hal mengenai komunikasi antar pribadi yang menjelaskan berbagai hal dan pendapat tentang komunikasi antar pribadi yang kami susun susun dalam bentuk makalah.
            penulisan makalah ini agar kita mengerti bagaimana yang di maksud dengan komunikasi antar pribadi dan fungsi serta ciri-ciri komunikasi antar pribadi.
           

BAB II
1.      LANDASAN TEORY
2.1  Pengertian dan Pendekatan Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi merupakan medium penting bagi pembentukan atau pengembangan pribadi untuk kontak sosial. Melalui komunikasi seseorang tumbuh dan belajar, menemukan pribadi kita dan orang lain, kita bergaul, bersahabat, bermusuhan, mencintai atau mengasihi orang lain, membenci orang lain dan sebagainya.
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication berasal dari bahasa Latin Communicatio, dan bersumber dari kata Communis yang berarti sama atau sama makna.
Secara sederhana komunikasi dapat dirumuskan sebagai proses pengoperan isi pesan berupa lambang-Iambang dari komunikator kepada komunikan. Pengertian komunikasi menurut Dale Yoder, dkk dalam Surakhmat (2006:17), Communication is the interchange of information, ideas, attitudes, thoughts, and/or opinions. Komunikasi adalah pertukaran informasi, ide, sikap, pikiran dan/atau pendapat.
Berangkat dari definisi tersebut di atas, komunikasi berarti sama-sama membagi ide-ide. Apabila seseorang berbicara dan temannya tidak mendengarkan dia, maka di sini tidak ada pembagian dan tidak ada komunikasi. Apabila orang pertarna menulis dalam bahasa Inggris dan orang kedua tidak dapat membaca bahasa Inggris, maka tidak ada pembagian dan tidak ada komunikasi.
Pada dasarnya komunikasi tidak hanya berupa memberitahukan dan mendengarkan saja. Komunikasi harus mengandung pembagian ide, pikiran, fakta atau pendapat
Ahli-ahli ilmu Jiwa juga menaruh perhatian terhadap komunikasi, Mereka menekankan masalah-masalah kemanusiaan yang terjadi dalam proses komunikasi tentang memprakarsai, menyampaikan, dan menerima informasi. Mereka juga memusatkan perhatian pada pengenalan rintangan-rintangan yang terhadap komunikasi yang baik, khususnya rintangan-rintangan yang bersangkutan dengan hubungan antar perseorangan dari orang-orang.
Secara umum komunikasi antar pribadi (KAP) dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi terjadi secara tatap muka (face to face) antara dua individu. KAP adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang (Wiryanto, 2004).
Dalam pengertian tersebut mengandung 3 aspek:
1. Pengertian proses, yaitu mengacu pada perubahan dan tindakan yang berlangsung terus menerus.
2. KAP merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik.
3. Mengandung makna, yaitu sesuatu yang dipertukarkan dalam proses tersebut, adalah kesamaan pemahaman diantara orang-orang yang berkomunikasi terhadap pesan-pesan yang digunakan dalam proses komunikasi.
KAP berlangsung antar dua individu, karenanya pemahaman komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam proses psikologis. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.
Hal terpenting dari aspek psikologis dalam komunikasi adalah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak dalam diri individu dan tidak mungkin diamati secara langsung. Artinya dalam KAP pengamatan terhadap seseorang dilakukan melalui perilakunya dengan mendasarkan pada persespsi si pengamat. Dengan demikian aspek psikologis mencakup pengamatan pada dua dimensi, yaitu internal dan eksternal. Namun kita mengetahui bahwa dimensi eksternal tidaklah selalu sama dengan dimensi internalnya.
Fungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tanda-tanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Proses interpretasi ini setiap individu berbeda. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda, yang terbentuk karena pengalaman yang berbeda pula.
Tiga pendekatan utama tentang pemikiran KAP berdasarkan:
1. Komponen-komponen utama
Bittner (1985:10) menerangkan KAP berlangsung, bila pengirim menyampaikan informasi berupa kata-kata kepada penerima dengan menggunakan medium suara manusia (human voice).
2. Hubungan diadik
Hubungan diadik mengartikan KAP sebagi komunikasi yang berlangsung antara dua orang yang mempunyai hubungan mantap dan jelas. Untuk memahami perilaku seseorang, harus mengikutsertakan paling tidak dua orang peserta dalam situasi bersama (Laing, Phillipson, dan Lee (1991:117).
Trenholm dan Jensen (1995:26) mendefinisikan KAP sebagai komunikasi antara dua orang yang berlangsung secara tatap muka (komunikasi diadik).
Sifat komunikasi ini adalah :
(a) spontan dan informal;
(b) saling menerima feedback secara maksimal;
(c) partisipan berperan fleksibel.
Trenholm dan Jensen (1995:227-228) mengatakan tipikal pola interaksi dalam keluarga menunjukkan jaringan komunikasi.
3. Pengembangan
KAP dapat dilihat dari dua sisi sebagai perkembangan dari komunikasi impersonal dan komunikasi pribadi atau intim. Oleh karena itu, derajat KAP berpengaruh terhadap keluasan dan kedalaman informasi sehingga merubah sikap.
2.2 KARAKTERISTIK/CIRI-CIRI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Berikut adalah karakteristik/ciri-ciri KAP dari berbagai tokoh, diantaranya yaitu:
Menurut Judy C. Pearsonyang didasarkan pada aspek ( pengertian proses, suatu pertukaran, mengandung makna) maka KAP memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. KAP dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi oleh pengalaman dan pengamatan kita.
2. KAP bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak dan bersifat sejajar, menyampaikan dan menerima pesan.
3. KAP mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Artinya isi pesan dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.
4. Komunikasi antarpribadi mensyaratkan kedekatan fisik antar pihak yang berkomunikasi.
5. KAP melibatkan pihak-pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi.
6. KAP tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu pada pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa memaafkan tapi tidak bisa melupakan atau menghapus yang sudah dikatakan.
Menurut Barnlund (dikutip dalam Alo Liliweri : 1991), ciri-ciri mengenali KAP sebagai berikut :
(a) bersifat spontan;
(b) tidak berstruktur;
(c) kebetulan;
(d) tidak mengejar tujuan yang direncanakan;
(e) identitas kenggotaan tidak jelas;
(f) terjadi sambil lalu.
Menurut Rogers ciri-ciri KAP adalah :
(a) arus pesan dua arah;
(b) komteks komunikasi dua arah;
(c) tingkat umpan balik tinggi;
(d) kemampuan mengatasi selektivitas tinggi;
(e) kecepatan jangkauan terhadap khalayak relatif lambat;
(f) efek yang terjadi perubahan sikap.
Liliweri (1997:13) dalam Tamsil (2005:8) menyebutkan beberapa ciri komunikasi antarpribadi, yaitu:
(a) arus pesan dua arah;
(b) konteks komunikasi adalah tatap muka;
(c) tingkat umpan balik yang tinggi;
(d) kemampuan untuk mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi;
(e) kecepatan untuk menjangkau sasaran yang besar sangat lamban;
(f) efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.
De Vito dalam Tamsil (2005:30) mengemukakan bahwa ciri komunikasi antarpribadi yang efektif, yaitu :
1. Keterbukaan (Opennes)
Sikap keterbukaan paling tidak menunjuk pada dua aspek dalam komunikasi antarpribadi. Pertama, kita harus terbuka pada orang lain yang berinteraksi dengan kita, yang penting adalah adanya kemauan untuk membuka diri pada masalah-masalah yang umum, agar orang lain mampu mengetahui pendapat, gagasan, atau pikiran kita sehingga komunikasi akan mudah dilakukan.
Kedua, dari keterbukaan menunjuk pada kemauan kita untuk memberikan tanggapan terhadap orang lain secara jujur dan terus terang terhadap segala sesuatu yang dikatakannya.
2. Positif (Positiveness)
Memiliki perilaku positif yakni berpikir positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
3. Kesamaan (Equality)
Keefektifan komunikasi antarpribadi juga ditentukan oleh kesamaan-kesamaan yang dimiliki pelakunya. Seperti nilai, sikap, watak, perilaku, kebiasaan, pengalaman, dan sebagainya.
4. Empati (Empathy)
Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada posisi atau peranan orang lain. dalam arti bahwa seseorang secara emosional maupun intelektual mampu memahami apa yang dirasakan dan dialami orang lain.
5. Dukungan (Supportiveness)
Komunikasi antarpribadi akan efektif bila dalam diri seseorang ada perilaku supportif. Maksudnya satu dengan yang lainnya saling memberikan dukungan terhadap pesan yang disampaikan.
2.3  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa komunikasi antarpribadi dimulai dari diri individu. Tampilan komunikasi yang muncul dalam setiap kita berkomunikasi mencerminkan kepribadian dari setiap individu yang berkomunikasi. Pemahaman terhadap proses pembentukan keperibadian setiap pihak yang terlibat dalam komunikasi menjadi penting dan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Dalam modul ini realita komunikasi antarpribadi dianalogikan seperti fenomena gunung es (the communication iceberg).
Analogi ini menjelaskan bahwa ada berbagai hal yang mempengaruhi atau yang memberi kontribusi pada bagaimana bentuk setiap tampilan komunikasi.
Gunung es yang tampak, dianalogikan sebagai bentuk komunikasi yang teramati atau terlihat (visible/observable aspect) yaitu:
1) Interactant, yaitu orang yang terlibat dalam interaksi komunikasi seperti pembicara, penulis, pendengar, pembaca dengan berbagai situasi yang berbeda.
2) Symbol. Terdiri dari symbols (huruf, angka, kata-kata, tindakan) dan symbolic language (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dll)
3) Media, saluran yang digunakan dalam setiap situasi komunikasi.
Sedangkan bagian bawah gunung es yang menjadi penyangga gunung es itu tidak tampak atau tidak teramati. Inilah yang disebut sebagai invisible/unobservable aspect. Justru bagian inilah yang penting. Walaupun tak tampak karena tertutup air, dia menyangga tampilan gunung es yang muncul menyembul kepermukaan air. Tanpa itu gunung es tidak akan ada.
Demikian halnya dengan komunikasi, di mana tampilan komunikasi yang teramati/tampak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tidak terlihat, tapi terasa pengaruhnya, yaitu:
1) Meaning (makna).
Ketika simbol ada, maka makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya. Intonasi suara, mimik muka, kata-kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang mewakili suatu makna. Misalnya intonasi yang tinggi dimaknai dengan kemarahan, kata pohon mewakili tumbuhan dsb.
2) Belajar (Learning).
Interpretasi makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola-pola komunikasi yang diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari belajar yang diperoleh dari pengalaman. Interpretasi muncul disegala tindakan mengikuti aturan yang diperoleh melalui pengalaman.
Pengalaman merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang kita pelajari. Jadi makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.
Pola-pola atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada turunan/genetik, tapi makna dan informasi merupakan hasil belajar terhadap simbol-simbol yang ada di lingkungannya.
Membaca, menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan formal. Jadi, kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning (belajar) dari lingkungan.
3) subyektivitas (Subjectivity).
Pengalaman setiap individu tidak akan pernah benar-benar sama, sehingga individu dalam meng-encode (menyusun atau merancang) dan men-decode (menerima dan mengartikan) pesan tidak ada yang benar-benar sama. Interpretasi dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang sama.
4) Negosiasi (Negotiation).
Komunikasi merupakan pertukaran symbol. Pihak-pihak yang berkomunikasi masing-masing mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam upaya itu terjadi negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga tercapai saling pengertian. Pertukaran simbol sama dengan proses pertukaran makna. Masing-masing pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.
5) Budaya (Culture).
Setiap individu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain. Individu adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat. Melalui partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan masyarakat. Simbol dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan kita adaptasi. Melalui komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah. Budaya menciptakan cara pandang (point of view).
6) Berinteraksi tingkat dan konteks (Interacting levels and context).
Komunikasi antar manusia berlangsung dalam bermacam konteks dan tingkatan. Lingkup komunikasi setiap individu sangat beragam mulai dari komunikasi antar pribadi, kelompok, organisasi, dan massa.
7) self-reference.
Perilaku dan simbol-simbol yang digunakan individu mencerminkan pengalaman yang dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan lakukan dan cara kita menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah refleksi makna, pengalaman, kebutuhan dan harapan-harapan kita.
8) Self reflexivity.
Kesadaran diri (self-cosciousnes) merupakan keadaan dimana seseorang memandang dirinya sendiri (cermin diri) sebagai bagian dari lingkungan. Inti dari proses komunikasi adalah bagaimana pihak-pihak memandang dirinya sebagai bagian dari lingkungannya dan itu berpengaruh pada komunikasi.
9) Inevitability.
Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi. Walaupun kita tidak melakukan apapun tetapi diam kita akan tercermin dari nonverbal yang terlihat, dan itu mengungkap suatu makna komunikasi.
Berbagai aspek yang dibahas di atas menegaskan bahwa suatu proses komunikasi secara fisik terlihat sederhana, padahal jika kita mellihat pola komunikasi yang terjadi itu menjelaskan kepada kita sesuatu yang sangat kompleks. Jadi dapat disimpulkan di sini bahwa komunikasi antarpribadi bukanlah sesuatu yang sederhana.

BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
1. KAP merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik.
2. Mengandung makna, yaitu sesuatu yang dipertukarkan dalam proses tersebut, adalah kesamaan pemahaman diantara orang-orang yang berkomunikasi terhadap pesan-pesan yang digunakan dalam proses komunikasi.
3. KAP berlangsung antar dua individu, karenanya pemahaman komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam proses psikologis. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.
3.2  Saran
Komunikasi antar pribadi bukanlah suatu yang sederhana, dan seorang komunikator harus memiliki kemampuan yang memadai untuk dapat berkomunikasi, khususnya agar dapat melakukan komunikasi dengan konseli agar dapat menyampaikan makna yan g sebenarnya dan mampu mempengaruhi orang lain.



DAFTAR PUSTAKA
1. www.digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi.1/tmp/3028.html.
2. www.dodimawardi.wordpress.com/2009/04/19/komunikasi-efektif-antar-personal/
3.www.meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/
4. www.kawanlaba.wordpress.com/2008/04/15/41/
5. www.lusa.web.id/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/
6. http://lutfifauzan.wordpress.com/2009/11/30/168/